Dalam acara pembukaan Indonesia Book Fair (IBF) 2011, Wakil Presiden Boediono dalam pidatonya sempat menyinggung tentang perlunya upaya menerjemahkan buku-buku berbahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Penerjemahan tersebut diharapkan dapat semakin memperkaya khazanah ilmu dan pengetahuan yang dapat diserap oleh bangsa Indonesia.
Sebagaimana juga diketahui, kemajuan sebuah peradaban di masa lalu banyak diawali dari proses menerjemahkan buku-buku. Hal tersebut pernah dilakukan oleh umat Muslim yang menjelang puncak kejayaannya sangat giat dalam menerjemahkan karya-karya bangsa Yunani.
Berbekal semangat think international and expand the knowledge, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) bekerjasama dengan Asean Book Publishers Associaton (ABPA) dan Kompas-Gramedia menggelar Dialog for Pubslishing Cooperation Among the Asean Countries. Dialog lintas penerbit ini berlangsung pada Senin 28 November 2011 (16.00 s/d 18.30 WIB) di Gedung Kompas Gramedia.
Dialog yang merupakan rangkaian dari The Indonesia Rights Fair 2011 ini diharapkan dapat menjadi medium bagi para penerbit di negara-negara Asean untuk saling mengenal dan berdialog satu sama lain. Dalam kesempatan tersebut, hadir juga beberapa penerbit dari negara selain Asean, seperti Iran dan India.
Acara yang berlangsung hangat ini menghadirkan Triena Ong (President Asean Book Publishers Associaton) sebagai nara sumber. Berbagai persoalan yang diangkat pun beragam, mulai dari hak cipta, co-publication, distribusi, penerjemahan, pengadaptasian (dari buku menjadi film), pembajakan buku, sampai pada fenomena e-book yang sedang marak akhir-akhir ini.
Terkait penerjemahan, setidaknya ada 4 hal yang dianggap oleh Triena sebagai kendala : (1) tingginya biaya penerjemahan; (2) sulitnya mencari penerjemah yang berkualitas; (3) biaya cetak dan kualitas buku; dan (4) kesulitan mencari penerbit yang sesuai dengan jenis naskah yang diterjemahkan.
Bagi Triena, selain sebagai upaya penyebaran ilmu dan pengetahuan, kerjasama antar penerbit di negara-negara Asean dan internasional diharapkan dapat menyelesaikan berbagai persoalan di atas. “Kita tidak bisa melakukannya sendiri-sendiri,” ucapnya.(Jack)





