Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) akan melaksanakan kembali Musyawarah Nasional (Munas). Munas yang diselenggarakan setiap satu kali dalam lima tahun ini akan diikuti oleh Pengurus Pusat, Dewan Pertimbangan Pusat, Pengurus Daerah, Pengurus Cabang, Anggota Biasa, dan Peninjau.
IKAPI adalah asosiasi profesi penerbit satu-satunya di Indonesia yang menghimpun para penerbit buku dari seluruh Indonesia. IKAPI didirikan oleh Sutan Takdir Alisjahbana, M. Jusuf Ahmad, dan Nyonya A. Notosoetardjo. Eksistensi Ikapi sangat kuat mengakar karena organisasi perkumpulan penerbit ini didirikan sejak 17 Mei 1950—sepuluh tahun setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Selama tujuh dekade, IKAPI terus bertumbuh bersama dinamika kemajuan pendidikan bangsa Indonesia berbasis buku. Saat ini, industri penerbitan Indonesia memang tengah menghadapi tantangan yang kompleks—tetapi bukan tanpa harapan. Di tengah arus digitalisasi, rendahnya frekuensi membaca, akses yang timpang, mahalnya harga buku, dan maraknya pembajakan, para penerbit-penerbit Ikapi terus bertahan dengan keyakinan bahwa buku tetap memiliki peran sentral dalam membentuk peradaban. Tantangan ini bukanlah hambatan yang tak terpecahkan, melainkan panggilan untuk berinovasi, berkolaborasi, dan bertransformasi. Untuk tujuan itu jugalah, IKAPI hadir bagi para anggotanya.
Munas merupakan forum musyawarah tertinggi IKAPI di tingkat Pusat. Selain pertanggungjawaban Pengurus Pusat dan laporan Dewan Pertimbangan Pusat, Munas adalah forum untuk menetapkan AD/ART, memilih ketua umum, serta menetapkan arah kebijakan IKAPI.
Pada 2025, Munas IKAPI menginjak penyelenggaraan ke-20 dan akan dilaksanakan selama tiga hari pada Rabu—Jum’at, 19—21 November 2025 di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta. Munas XX IKAPI mengambil tema “Relevan, Resilien, Revolusioner: Penerbit Indonesia di Era Baru Literasi”.
Selain forum seperti tersebut di atas, Munas juga akan dimeriahkan dengan Pembukaan dan Diskusi Perbukuan di hari pertama, yakni Rabu, 19 November 2025. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. akan membuka Munas IKAPI secara resmi dan memberikan keynote speech. Sementara itu, Diskusi Perbukuan dengan tema “Menangkap Tren, Menggerakkan Perubahan: Visi Baru Penerbitan Masa Kini” akan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI), Dr. Stephanie Riady (Direktur Eksekutif Pelita Harapan Group & CEO BukuAku), dan Arys Hilman Nugraha (Ketua Umum IKAPI), serta akan dimoderatori oleh Indra Laksana (Waketum Ikapi Bidang Riset dan Transformasi Perbukuan).
Setelah acara pembukaan, Munas akan memasuki agenda inti yakni sidang-sidang. Hari pertama akan diisi beberapa sidang, di antaranya Sidang Pleno Laporan Kegiatan Dewan Pertimbangan Pusat dan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Pusat IKAPI. Kemudian dilanjutkan dengan Sidang Pleno dengan agenda Pandangan Umum Peserta Munas dan ditutup dengan Demisioner Pengurus Pusat IKAPI.
Agenda Munas IKAPI pada hari kedua adalah sidang-sidang komisi di mana peserta Munas akan dibagi menjadi 3 komisi, yakni Komisi A yang akan membahas AD/ART dan keorganisasian, Komisi B yang akan membahas Program Kerja IKAPI, dan Komisi C yang akan membahas Rekomendasi bagi IKAPI. Kemudian pada sore hari agenda berlanjut dengan Pemilihan Ketua Umum Ikapi periode 2025—2030. Sebelum pemilihan, para calon ketua umum yang telah ditetapkan sejak September 2025 akan menyampaikan visi dan misinya. Ketiag calon ketua umum tersebut sesuai alfabet adalah Arys Hilman Nugraha, Sukartini atau akrab dikenal sebagai Kartini Nurdin, dan Wahyu Rinanto.
Pada hari terakhir, Jumat, 21 November 2025, ketua umum IKAPI terpilih akan memberikan sambutan. Namun, sebelum itu para peserta Munas akan mendapatkan insight terkait proyek pengadaan buku dalam Forum Bisnis Perbukuan yang akan akan diisi oleh narasumber dari IKAPI dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI. []


