Istanbul Publishing Fellowship (IPF) yang akan dilaksanakan pada 10—12 Februari 2026 menjadikan Indonesia sebagai focus country (negara fokus).

Ketua Turkish Press and Publishers Copyright & Licensing Society, Halil Celik seperti dikutip dari Anadolu Agency, menjelaskan bahwa sejak 2021 panitia menerapkan konsep “negara fokus” guna memperkuat hubungan langsung dan berkelanjutan antara penerbit Turkiye dan negara mitra. Melalui pendekatan ini, struktur pasar, profil pembaca, saluran distribusi, serta regulasi hak cipta negara fokus dapat dianalisis secara mendalam.

Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dengan populasi sekitar 280 juta jiwa, pasar penerbitan yang terus berkembang, serta keragaman budaya yang kuat di kawasan Asia Pasifik.

Menurut Celik, Indonesia juga memiliki pasar domestik yang besar dengan satu bahasa resmi, bahasa Indonesia, serta kekuatan signifikan di bidang penerbitan pendidikan, anak dan remaja, serta keagamaan.

Baca juga: Pelantikan Pengurus Pusat IKAPI 2025-2030

IPF yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-11, merupakan program profesional yang mempertemukan penerbit lokal Turkiye serta internasional. Tujuan utama IPF adalah membawa karya berbahasa Turki ke panggung global, melalui penerjemahan karya-karya dalam bahasa Turki ke berbagai bahasa dunia serta menjadikan Istanbul sebagai poros perdagangan hak cipta.

Setiap tahun Panitia IPF yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turkiye memberikan fellowship (dukungan) kepada penerbit, penulis, agensi naskah, dan pekerja kreatif lainnya dalam bidang penerbitan, untuk hadir pada IPF.

Sebagai focus country IPF tahun, Panitia IPF menghadirkan 14 penerbit/agensi naskah dari Indonesia, yakni Gorga Publisher, Gramedia International, Gramedia Pustaka Utama, Literasia Creativa, KBM App for Kids, Kepustakaan Populer Gramedia, Kreatifada, m&c, Mekar Cipta Lestari (MCL Publisher), Borobudur Agency, Mizan Publishing, Noura Publishing, Marjin Kiri, dan GTS Literanesia Adabi. Selama tiga hari, para penerbit Indonesia akan melakukan pertemuan B2B untuk saling mengenalkan buku/produk kepada peserta lain dan bertukar hak cipta.

Selain itu, penerbit Indonesia diberi kesempatan mengisi sesi seminar penerbitan yang diwakili oleh Wedha Stratesti Yudha (Wakil Ketua Umum IKAPI Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional) dan Yani Kurniawan (Literasia Creativa) sebagai narasumber pada 11 Februari 2026. [Humas Ikapi]

Baca juga: Badan Bahasa Ajak IKAPI Berkolaborasi Dalam Penerbitan Buku Anak